aish aish aish.... i have somethin trouble with my mind, it's not like the real ari. i try to lookin for the real ari. and some people say, i have to move on. i can't stay along at this time, oke oke i'll do it. but again, it's not easy as i thought, oh Allah i need you very much more and more, help me to run away from this case, this situation.
i ever thought that i wanna take a conlution by my self, but... it's not true, i still need more than me. Allah, my family, my friends, my theachers, and etc.
you know? sure, it's not easy.
Jogja, 24 Feb 13
Sabtu, 23 Februari 2013
Muhasabah

Ya Rabb, tuntun langkahku di sela-sela waktu yang kau beri
Aku tak mengerti dengan diri ini
Kadang aku merasa begitu menggebu
Kadang aku punya semangat seribu
Tapi di lain hal aku merasa jatuh
Aku merasa sendiri
Aku merasa aku berjalan tanpa arah
Ya Allah, beri aku kekuatan
Sungguh, aku merindukanMu.
Selasa, 08 Januari 2013
Jogja-Semarang
Sering, dan rapat-rapat. Luka yg kau lukis tak kunjung kering. Candamu cerminan dirimu kelak. Ya, mungkin juga sajak dan pesan itu sama halnya seperti yg kau buat untuk lawan candamu.
-sinopsis kisah
ini yg terakhir, aku tak tahu masihkah sanggup kutatap mata indahmu dg nanar.
-kisah terakhir
aku tak mampu lagi menuliskannya disini. Hanya ada cerita menyesaki kisi-kisi hati.
# rangkaian cerita dibawah gerimis.
Sahabatku, kau, kau tak pernah berubah. Kau tak pernah iri padaku. Justru kau ajarkan aku segala milikmu. Jogja Semarang, kita terpisah. Namun kau, kau dekatkan kita dg caramu. Aku dikurung sepi. Ini ceritaku. Aku punya cinta, yg mendebarkan menyilet sunyiku. Tapi ternyata, hanya cinta semu, aku salah. Aku terlalu berharap dia ada. Tapi tidak, dia selalu pergi bersama candanya. Canda dg seribu nyawa. Mungkin akulah satu darinya.
~ aku lepaskan segalanya, yg telah kurenggut dg susahnya. Tapi tak apa, aku ingin ada damai dg diriku. Tak perlu kuhirau cibiran dari segala penjuru. Aku... . . Sudah cukup terasa. Tiada lagi rasa sebesar dulu untuk mencinta.
~ ku ingin berkelana dg mu, seperti dulu. Mengarungi lautan mimpi membelah samudra. Mencari seonggok kerang demi kilau mutiara. Kita, dulu selalu membahu. Kini, pintaku terbanglah bersama angan kita, memulai dari runway depan asramamu dan kosku.Kau tak pernah terganti. Wajahmu tenang, matamu bening.
# untuk sahabatku.
Entah apa. Detak jantungku tak seperti dulu. Aku tak tahu. Tolong jagalah dirimu kawan.
Mungkin selamanya aku tak akan bisa nyanyikan melodi dg petikan dawai jariku. Tapi, Aku akan nyanyikan dg caraku, tanpa dawai.
Kau tahu, yg kuimpi bukan pengeran beribu dayang. Tapi sosok pemberani yg membela.Aku tak ingin merindunya lagi. Yakinku aku sanggup. Walau lara... Perih... Jika cinta, dia kan menemui sembunyiku. Memecat sunyiku. Hingga ku tertawa.
Ini kisahku sahabat. Yg selalu tersembunyi darimu.
Ini sudah cukup. Penutup cerita setelah senja.
-seorang sahabat-
-sinopsis kisah
ini yg terakhir, aku tak tahu masihkah sanggup kutatap mata indahmu dg nanar.
-kisah terakhir
aku tak mampu lagi menuliskannya disini. Hanya ada cerita menyesaki kisi-kisi hati.
# rangkaian cerita dibawah gerimis.
Sahabatku, kau, kau tak pernah berubah. Kau tak pernah iri padaku. Justru kau ajarkan aku segala milikmu. Jogja Semarang, kita terpisah. Namun kau, kau dekatkan kita dg caramu. Aku dikurung sepi. Ini ceritaku. Aku punya cinta, yg mendebarkan menyilet sunyiku. Tapi ternyata, hanya cinta semu, aku salah. Aku terlalu berharap dia ada. Tapi tidak, dia selalu pergi bersama candanya. Canda dg seribu nyawa. Mungkin akulah satu darinya.
~ aku lepaskan segalanya, yg telah kurenggut dg susahnya. Tapi tak apa, aku ingin ada damai dg diriku. Tak perlu kuhirau cibiran dari segala penjuru. Aku... . . Sudah cukup terasa. Tiada lagi rasa sebesar dulu untuk mencinta.
~ ku ingin berkelana dg mu, seperti dulu. Mengarungi lautan mimpi membelah samudra. Mencari seonggok kerang demi kilau mutiara. Kita, dulu selalu membahu. Kini, pintaku terbanglah bersama angan kita, memulai dari runway depan asramamu dan kosku.Kau tak pernah terganti. Wajahmu tenang, matamu bening.
# untuk sahabatku.
Entah apa. Detak jantungku tak seperti dulu. Aku tak tahu. Tolong jagalah dirimu kawan.
Mungkin selamanya aku tak akan bisa nyanyikan melodi dg petikan dawai jariku. Tapi, Aku akan nyanyikan dg caraku, tanpa dawai.
Kau tahu, yg kuimpi bukan pengeran beribu dayang. Tapi sosok pemberani yg membela.Aku tak ingin merindunya lagi. Yakinku aku sanggup. Walau lara... Perih... Jika cinta, dia kan menemui sembunyiku. Memecat sunyiku. Hingga ku tertawa.
Ini kisahku sahabat. Yg selalu tersembunyi darimu.
Ini sudah cukup. Penutup cerita setelah senja.
-seorang sahabat-
Sabtu, 15 Desember 2012
sahabat kecil (ipank)
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
ga bosen-bosen deh dengerin lagu ini :)
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
ga bosen-bosen deh dengerin lagu ini :)
Kamis, 06 Desember 2012
Karena kamu, semua tak sejati :)
Senin, 03 Desember 2012
rinduku menjuntai
mungkin sudah terlalu panjang
menjuntai tanah atau bahkan air samudera
aku rindu...
pada kano yang sering mengajaku berlayar
mengapung pada barisan bulu domba
jika nanti kutemui
kuingin kau tahu..
aku rindu...
Rabu, 31 Oktober 2012
Makna Ceria
Jendela
bukan cuma rumah yang perlu jendela
tapi juga jendela di setiap hati kita
tempat kita membuka rasa
agar jiwa peka senantiasa
adakah jendela di hatimu…
Buka jendelamu, bukalah hatimu…
lihatlah di sekitarmu
masih banyak kita memerlukan cinta…
Buka jendelamu, bukalah hatimu…
lihatlah di sekitarmu
masih banyak kita memerlukan cinta…
Suka banget sama lagu ini, liriknya sederhana tapi maknanya dalam banget, buka jendela it's mean open your heart. jendela hati agar kita selalu tanggap dengan apa yang terjadi di sekitar kita :)
sebenernya ada satu lagu lagi yang bagus banget di film rumah tanpa jendela judulnya Hujan ^^, you know, i love rain so much.. and liriknya suka banget aku, apalagi yang nyanyi anak-anak ceria dan ngalir gitu, pokoknya jadi bersyukur deh sama Allah, :* tapi liriknya lupa, kapan2 aku share insyaAllah ^^.
Langganan:
Postingan (Atom)

