Kamis, 14 Maret 2013

Rinduku Terbayar

0 komentar

Di sepertiga malam-Mu, ku lantunkan bait-bait doa yang tak terkira. Aku ingin seperti ini, bersimpuh, bercerita kepada-Mu setiap apa yang terjadi padaku. Aku ingin, bersimpuh penuh penghambaan setiap sepertiga malam-Mu.
maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” sungguh menusuk, aku terlalu kufur sejauh ini, aku belum jua mengerti bagaimana aku bersyukur pada setiap titik nikmat yang Engkau berikan.
Jiwa ini adalah sebuah penghambaan, tergeletak, bersimpuh memohon belas kasihan dari-Mu. Sungguh harap itu tertancap dalam, ketika aku mengingat orang-orang yang selalu berjuang untukku.
Ibuku, aku tak tahu harus melukiskan dengan warna seperti apa lagi tentangnya, tentangnya yang selalu terjaga di sepertiga malam-Mu, untuk mendoakan keluarganya dan anak-anaknya, dia yang di sepertiga malam-Mu sudah terjaga dan bersahabat dengan dinginnya air dan panasnya api. Aku sungguh takkan pernah tega jika melihatnya menitikkah satu butir saja air dari pelupuk matanya.
Aku akan menemanimu disetiap sepertiga alam, ibu. Doakan aku bisa terus istiqomah.

Jumat, 08 Maret 2013

malam ini

0 komentar

Malam ini, sinarnya berpendar
Memancarkan kerlip yang lama kurindu
Malam ini, dengan sinar yang masih sama
Titik-titik itu membentuk sebuah formasi
Setengah siluet tubuh yang lama ku kenal
Malam ini...

Senin, 04 Maret 2013

sorrow

0 komentar
Maafkan aku, ayah, ibu.
hari ini aku bolos kuliah.

Sabtu, 23 Februari 2013

Move On?

0 komentar
aish aish aish.... i have somethin trouble with my mind, it's not like the real ari. i try to lookin for the real ari. and some people say, i have to move on. i can't stay along at this time, oke oke i'll do it. but again, it's not easy as i thought, oh Allah i need you very much more and more, help me to run away from this case, this situation.

i ever thought that i wanna take a conlution by my self, but... it's not true, i still need more than me. Allah, my family, my friends, my theachers, and etc.

you know? sure, it's not easy.

Jogja, 24 Feb 13

Muhasabah

0 komentar







Ya Rabb, tuntun langkahku di sela-sela waktu yang kau beri
Aku tak mengerti dengan diri ini
Kadang aku merasa begitu menggebu
Kadang aku punya semangat seribu
Tapi di lain hal aku merasa jatuh
Aku merasa sendiri
Aku merasa aku berjalan tanpa arah
Ya Allah, beri aku kekuatan
Sungguh, aku merindukanMu.

Selasa, 08 Januari 2013

Jogja-Semarang

0 komentar
Sering, dan rapat-rapat. Luka yg kau lukis tak kunjung kering. Candamu cerminan dirimu kelak. Ya, mungkin juga sajak dan pesan itu sama halnya seperti yg kau buat untuk lawan candamu.

-sinopsis kisah

ini yg terakhir, aku tak tahu masihkah sanggup kutatap mata indahmu dg nanar.

-kisah terakhir

aku tak mampu lagi menuliskannya disini. Hanya ada cerita menyesaki kisi-kisi hati. 


# rangkaian cerita dibawah gerimis.
Sahabatku, kau, kau tak pernah berubah. Kau tak pernah iri padaku. Justru kau ajarkan aku segala milikmu. Jogja Semarang, kita terpisah. Namun kau, kau dekatkan kita dg caramu. Aku dikurung sepi. Ini ceritaku. Aku punya cinta, yg mendebarkan menyilet sunyiku. Tapi ternyata, hanya cinta semu, aku salah. Aku terlalu berharap dia ada. Tapi tidak, dia selalu pergi bersama candanya. Canda dg seribu nyawa. Mungkin akulah satu darinya.


~ aku lepaskan segalanya, yg telah kurenggut dg susahnya. Tapi tak apa, aku ingin ada damai dg diriku. Tak perlu kuhirau cibiran dari segala penjuru. Aku... . . Sudah cukup terasa. Tiada lagi rasa sebesar dulu untuk mencinta.


~ ku ingin berkelana dg mu, seperti dulu. Mengarungi lautan mimpi membelah samudra. Mencari seonggok kerang demi kilau mutiara. Kita, dulu selalu membahu. Kini, pintaku terbanglah bersama angan kita, memulai dari runway depan asramamu dan kosku.Kau tak pernah terganti. Wajahmu tenang, matamu bening.


# untuk sahabatku.
Entah apa. Detak jantungku tak seperti dulu. Aku tak tahu. Tolong jagalah dirimu kawan.

Mungkin selamanya aku tak akan bisa nyanyikan melodi dg petikan dawai jariku. Tapi, Aku akan nyanyikan dg caraku, tanpa dawai.
Kau tahu, yg kuimpi bukan pengeran beribu dayang. Tapi sosok pemberani yg membela.Aku tak ingin merindunya lagi. Yakinku aku sanggup. Walau lara... Perih... Jika cinta, dia kan menemui sembunyiku. Memecat sunyiku. Hingga ku tertawa.


Ini kisahku sahabat. Yg selalu tersembunyi darimu.
Ini sudah cukup. Penutup cerita setelah senja.

-seorang sahabat-

Sabtu, 15 Desember 2012

sahabat kecil (ipank)

0 komentar
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini


ga bosen-bosen deh dengerin lagu ini :)
 

Alamanda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template